"Ribuan Restoran Tutup Selama
Pandemi COVID 19."

Menurut data dari Perhimpunan Hotel & Restoran di Indonesia Pandemi COVID 19 menyebabkan lebih dari 1.600 restoran tutup.  Salah satu faktor yang paling mempengaruhi sebuah restoran untuk memilih tutup adalah kesulitan cashflow dikarenakan penurunan omzet sehingga restoran tidak mampu membayar uang sewa atau karyawan. Taste Cloud hadir untuk membantu F&B bisnis beradaptasi untuk tetap bertahan dan berkembang di era Pandemi COVID 19 
 

Perpindahan Perilaku
Konsumen 

Pandemi COVID 19 memaksa orang untuk beraktifitas dari rumah dan membatasi mobilitas untuk mengurangi penularan virus. Hal ini menyebabkan perubahan perilaku masyarakat untuk belanja makanan yang pada awalnya lebih banyak dilakukan memalui dine in ke Delivery Order and Takeaway

 

Akselarasi perubahan perilaku dari offline ke online ini mencapai puncaknya di 2020 dimana market Food Delivery bertumbuh sebesar 23% atau 10x Lipat lebih besar dibandingkan offline.

Tangkap Peluang Online Delivery dengan Taste Cloud

web 2-8.png

Perubahan perilaku konsumen untuk berbelanja makanan secara online membuat para pelaku bisnis kuliner / F&B harus menyesuaikan diri dengan peluang & trend yang ada. Para pelaku bisnis kuliner harus membuka outlet nya di beberapa titik untuk menjangkau konsumen mereka lebih dekat. 

Kunci dari Online Delivery Market ada pada jarak. Semakin dekat jarak maka akan semakin menarik bagi konsumen, dikarenakan ongkos kirim yang lebih terjangkau.

Konsep Cloud Kitchen atau Dapur Virtual hadir untuk membantu para pelaku bisnis kuliner untuk ekspansi ke titik titik baru dengan tujuan membantu mengantarkan makanan lebih cepat dan terjangkau serta produk makanan yang fresh. 

Setup Bisnis Kamu di Taste Cloud dalam 14 Hari

Untitled design.png

Trend Bisnis Kuliner dengan Konsep Cloud Kitchen  

Beban Operasional Tinggi

Biaya Operasional merupakan biaya tetap yang akan dikeluarkan setiap bulan untuk menunjang keberlangsungan bisnis F&B. Biaya ini terdiri dari ; Biaya Sewa, Biaya Gaji, Biaya Utilitas, Biaya Marketing, Biaya Lain Lain. 

Biaya Operasional berkisar 30% dari omzet untuk bisnis F&B yang sehat. Namun di masa pandemi karena omzet yang menurun biaya operasional menjadi hal yang paling menakutkan. Penurunan sales yang tidak diikuti dengan penurunan biaya operasional membuat Bisnis terpaksa harus gulung tikar karena kesulitan masalah keuangan.

Tips Mengelola Biaya Operasional di tengah Pandemi

web 5-8.png

Banyak Pelaku F&B di masa Pandemi COVID 19 yang mengalami stuck bahkan penurunan omzet. Hal ini disebabkan daya beli masyarakat di suatu daerah menurun ditambah pilihan makanan yang sangat beragam yang mengakibatkan customer akan berganti ganti pilihan makanan. 

 

Pada posisi ini, ekspansi usaha di titik yang baru adalah salah satu pilihan untuk menambah omzet. Namun ekspansi membutuhkan budget yang tidak sedikit. Renovasi dan Equipment merupakan salah dua pos budget pengeluaran terbesar.

Situasi ini menjadi lebih berat ketika market tidak menentu sehingga meningkatkan resiko bagi pemilik usaha dalam melakukan ekspansi karena khawatir penambahan outlet bukan membawa penambahan sales melainkan penambahan beban dan masalah

Ekspansi rendah resiko bersama Taste Cloud 

web 9-8.png

Kesulitan Modal untuk
Ekspansi Usaha

Ready to Kickstart Your Journey?